Sejarah dan Profil Klub Sriwijaya FC. Sepakbola adalah olahraga yang paling digemari diseluruh dunia, pada abad 21 olahraga ini dimainkan lebih dari 250 juta orang diseluruh negara di dunia. Sepakbola dimainkan oleh dua buah tim dan masing-masing tim beranggotakan 11 orang. Cara untuk bermain sepakbola adalah memperebutkan satu bola, untuk dimasukkan ke gawang lawan. Sepakbola diperebutkan dengan seluruh anggota tubuh kecuali tangan, bisa ditendang disundul ataupun disenggol.

 

Semakin banyak memasukkan bola kegawang, maka nilai yang diperoleh semakin tinggi dan itulah pemenang. Tetapi perlombaan bisa dimenangkan secara otomatis jika perolehan nilai 3-0, kemudian tim lawan sengaja mengundurkan diri maka permainan akan dinyatakan selesai. Permainan ini dimainkan dilapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang dan ditumbuhi rumput.

 

Banyak sekali klub sepakbola Indonesia, salah satunya adalah Sriwijaya FC. Bermarkas sekarang di Palembang, klub sepakbola Indonesia Sriwijaya FC sukses menerbangkan sayapnya. Berdiri tahun 1976 di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur, kemudian tahun 2002-2004 memutuskan untuk pindah ke Solo serta berganti nama menjadi Persijatim Solo FC. Tetapi selama 2 tahun di Solo tidak mengalami perkembangan bahkan belum bisa menyita perhatian warga Solo. Akhirnya pada tahun 2005 Sumatera Selatan membeli Persijatim Solo FC dan merubah namanya menjadi Sriwijaya FC.

 

Semuanya dirubah mulai dari hal terkecil sampai hal yang besar termasuk perubahan pada logonya diberi gambar burung Elang dan Jembatan Ampera sebagai lambang kebanggan warga Sumatera Selatan. Pada logo tersebut juga tertulis Sumatera Selatan Bersatu Teguh, yang mempunyai makna untuk menyatukan seluruh masyarakat di Sumatera Selatan. Benar saja setiap Sriwijaya FC berlaga di Stadion Jakabaring semua warga berbondong-bondong untuk menyaksikan.

 

Awal meniti karir Sriwijaya FC memang tidak semulus yang dibayangkan, pada tahun 2004-2005 Sriwijaya FC ikut serta dalam Liga 1 Indonesia tetapi sayangnya hanya mampu bertahan sampai diposisi tengah. Kemudian pada tahun 2006 Sriwijaya FC kembali mengikuti Liga 1 Indonesia, sayangnya masih sama hanya mampu bertahan diposisi tengah.

 

Menyadari belum ada kemajuan akhirnya Sriwijaya FC berganti pelatih dan memilih Rahmad Darmawan menjadi pelatihnya yang baru. Tidak main-main Rahmad Darmawan ditargetkan membuat Sriwijaya FC menang dalam Liga 1 Indonesia 2007. Siapa sangka setelah lolos 8 besar dan maju kebabak final Sriwijaya FC mampu melumpuhkan PSMS Medan.

 

Semula skor imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu dan melakukan perlawanan sengit akhirnya Sriwijaya FC mencetak 2 gol yang menjadikannya juara di Liga 1 Indonesia 2007. Selain itu pada tahun yang sama Sriwijaya FC mampu membawa Trofi Copa Indonesia ke Palembang setelah mengalahkan Persipura Jayapura. Kemudian tahun 2011-2012 Sriwijaya FC mampu menjadi juara Indonesia Super League (ISL).