Sepakbolaindo – Sejarah Dan Profil Klub Semen Padang FC. Semen Padang merupakan salah satu klub sepak bola yang memiliki markas di Padang, Sumatera Barat. Klub yang satu ini memang milik dari PT Semen Padang yang merupakan perusahaan semen tertua di Indonesia. Pendukung setia dari klub ini adalah The Kmers. Klub sepak bola Semen Padang biasanya mendapatkan julukan tim kabau Sirah yang mana bermain kandang di stadion Gelora Haji Agus Salim. Stadion ini memiliki kapasitas sekitar 2000 orang yang mana biasanya dijadikan kandang Minangkabau FC dan klub PSP Padang.

 

Kabarnya klub ini bakalan membangun stadion dengan kapasitas yang lebih besar yakni sekitar 30 hingga 40ribu orang. Nantinya jika sudah dibangun, stadionnya akan diberi nama stadion Azwar Anas. Klub sepak bola ini dibuat dengan biaya yang tidak sedikit tentunya.

 

Tentu saja klub sepak bola Semen Padang ini dibuat dengan tujuan sebagai media promosi perusahaan apalagi pecinta sepak bola yang ada di Indonesia sangatlah banyak. Tentunya klub sepak bola yang berasal dari nama perusahaan ini bisa lebih maju dan mengalahkan klub sepak bola yang lainnya.

 

Klub sepak bola Semen Padang FC berdiri sejak tanggal 30 November 1980 dengan nama persatuan sepak bola Semen Padang. Bahkan semenjak terbentuk, mereka pun langsung mengikuti sebuah kompetisi divisi yang pertama Liga Galatama. Selang dua tahun kemudian, klub ini berhasil mempromosikan diri pada divisi yang utama.

 

Pada tahun 1994/1995 ini masuklah suatu gagasan baru yang diutarakan oleh ketua PSSI yakni Azwar Anas. Beliau pun mencoba format baru Liga Indonesia dengan cara menggabungkan perserikatan dan juga Galatama.

 

Klub sepak bola Semen Padang pun termasuk satu dan 34 klub yang lolos dan juga mengikuti suatu kompetisi pada wilayah barat. Pada saat dekade 90 an awal gelaran liga Indonesia, tim sepak bola tersebut menjadi tim yang kurang diperhitungkan sebab selalu finish di papan tengah. Setelah memasuki milenium baru, akhirnya klub tersebut mampu menjadi juara wilayah barat pada tahun 2002. Sementara itu tim tersebut harus kembali menjadi tim papan tengah hingga gelaran divisi utama yang berakhir pada musim tahun 2007.

 

Klub sepak bola Semen Padang FC ini mampu meraih masa kejayaannya saat ditangani oleh Nil Maizar.Pada musim perdananya Liga Super Indonesia, Kabau Sirah ini mampu meraih peringkat empat klasemen akhir. Pada musim inilah Klub tersebut akhirnya diperhitungkan sebagai tim dengan reputasi yang bagus di Indonesia. Namun sayang, pada musim berikutnya terjadilah perpecahan pada kubu PSSI.

 

Hingga akhirnya terjadilah dualisme liga. Sebagian kecil peserta ISL musim lalu akhirnya memilih untuk bergabung bersama dengan liga resmi yang telah diakui oleh PSSI. Tentunya setelah tampil bersama dengan tim-tim yang baru, klub sepak bola Semen Padang pun bisa menjadi juara.