Sejarah Dan Profil Klub Persegres Gresik United. Gresik merupakan suatu kota di Jawa Timur yang memiliki sejarah cukup rumit dalam dunia sepakbola. Tim sepakbola Indonesia yang pertama kali muncul di kota Gresik adalah tim Persegres gresik. Persegres Gresik berdiri pada 2 Desember 2005 di bawah penguasaan pengusaha kapal asal Gresik bernama Saiful Arif. Mengenai prestasi yang diraih tim Persegres Gresik memang bukan seperti tim raksasa yang memiliki pemain bintang. Namun, ada beberapa kesempatan yang pernah ditaklukkan Persegres.

 

Profil Persegres Gresik

Persegres mendapat julukan Laskar Joko Samudro. Tim sepakbola Indonesia ini dilatih oleh pelatih dalam negeri bernama Hanafi. Di bawah pemilik Saiful Arif dan CEO Bagus Cahyo Yuwono, Prersegres bukan sebuah tim sepakbola Indonesia yang boros membelanjakan uangnya untuk memboyong pemain-pemain berbintang. Hal ini diakui karena Persegres bukanlah sebuah tim yang memiliki dana berlebih untuk hal tersebut.

 

Pelatih berusia 60 tahun ini menggantikan Eduard Tjong. Hasil polesan Hanafi dapat setidaknya dapat mengangkat tim Persegres menjadi tim papan tengah. Menuju persiapan liga 1 Indonesia upaya Persegres benar-benar diolah secara matang. Selain itu. Tujuh nama tim junior juga diikutsertakan sebagai upaya memenuhi regulasi PSSI mengenai pemain U-23. Meskipun hasilnya belum begitu terlihat ketika dilakukan uji coba pada kompetisi pra musim.

 

Sejarah Persegres Gresik

Persegres Gresik merupakan ubahan dari Gresik United. Mengenai prestasi yang didapatkan memang belum semulus tim sepakbola Indonesia lainnya. Salah satu faktor yang menjadi kendala karena pembiayaan tim yang masih dibilang cukup terbatas sehingga belum mampu menciptakan prestasi yang diharapkan.

 

Bahkan saat bermain di kandang lawan, Persegres masih sering menjadi bulan-bulanan lawan. Penampilannya di Torabika Soocer Championship 2016 dapat dikatakan kurang memuaskan. Meskipun berhasil menaklukkan Persela Lamongan 1-0, tetapi di babak selanjutnya sampai pada akhir kompetisi justru menjadikan Persegres terseok-seok. Persegres mengakhiri kompetisi berada di urutan ke tujuh belas.

 

Akan tetapi, peristiwa tersebut tidak menjadikan Persegres merasa kecil hati atau minder. Mereka justru ingin memperbaiki prestasinya di kompetisi Liga 1 Indonesia tahun 2017. Para pemain bintang pun akhirnya didatangkan seperti Goran Gancev dan pertahanan pemain asing Patrick Da Silva. Hal ini ditujukan agar Persegres lebih bisa tampil lebih baik dalam menghadapi kompetisi berkelas tahun 2017.

 

Pelatih Hanafi pun memiliki tekad dan rasa optimis yang tinggi bahwa posisi level bawah dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. Apalagi setelah dilakukan uji coba dengan Bhayangkara FC di Lapangan Mapolda Jawa Timur. Sebagai tim tamu Persegres justru memiliki kualitas baik dalam permainan karena berhasil mencetak gol 2-2. Pada saat pemain inti dan pemain pelapis diturunkan pun tidak terdapat perbedaan yang sangat mencolok. Oleh sebab itu, Persegres optimis bisa menunjukkan kerjasama yang baik di Liga 1 Indonesia tahun 2017 ini.