Bima Sakti Akan Pertahankan Gaya Permainan Luis Milla

Bima Sakti Akan Pertahankan Gaya Permainan Luis Milla

Sepakbolaindo – Bima Sakti Akan Pertahankan Gaya Permainan Luis Milla. Bima Sakti akan mendampingi timnas Indonesia dalam laga uji coba dengan Myanmar. Bima memastikan cara main tim tak akan jauh berbeda seperti di era Luis Milla.

 

Laga antara Indonesia dengan Myanmar berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Pertandingan uji coba ini adalah salah satu rangkaian persiapan untuk Piala AFF 2018 pada November nanti.

 

Bima Sakti mengisi kursi kepelatihan tim senior selepas kepergian Luis Milla selepas Asian Games 2018. Sebelumnya, dia adalah asisten Milla selama bertugas di Indonesia.  “Pemain sudah lama dengan saya. Skuat ini juga banyak pemain sewaktu di Asian Games,” kata Bima dalam konferensi pers menjelang laga.

 

“Kami juga sudah punya pakem cara main Indonesia dan itu harus kami pertahankan. Tidak jauh beda sih dengan apa yang diterapkan oleh Milla,” tambahnya.

 

Bima juga menyebut bahwa ada beberapa aspek yang masih harus diperbaiki, seperti halnya transisi dari bertahan ke menyerang. “Ada beberapa (yang diperbaiki). Transisi bertahan ke menyerang akan kami benahi,” papar Bima.

 

Milla sendiri memiliki skema favorit 4-3-3. Permainan bola-bola bawah dengan mengandalkan kecepatan sayap dan pressing-pressing menjadi tampilan yang kerap disuguhkan pelatih Spanyol tersebut.

 

Timnas juga lebih berani membangun serangan mulai dari kiper. Para pemain kerap membentuk pola segi tiga untuk memudahkan pemain yang menguasai bola memilih opsi aliran bola. Gaya main seperti itu terlihat jelas saat Indonesia menghadapi Uni Emirat Arab di 16 besar Asian Games 2018. Meski kalah dalam drama adu penalti, Indonesia bermain dengan sangat atraktif seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya.

 

Hal ini juga adalah pertama kalinya Bima Sakti menjadi pelatih kepala timnas Indonesia meski berstatus sementara. Bima mengindikasikan bahwa dia merasa tegang dan khawatir jika rencananya tak berjalan.

 

Sebelumnya, Bima pernah menjadi pelatih kepala timnas Indonesia U-19. Tapi, hanya memimpin selama satu pertandingan setelah timnya kalah 1-4 dari Jepang di laga uji coba. Bima sendiri tampak tak khawatir dengan kejadian mengecewakan saat di timnas U-19 terulang. Bima tegang dengan rencana bermainnya.

 

“Tegang pasti, mikirin proses main kami bakal jalan atau tidak. Paling tegangnya di situ,” kata Bima dalam konferensi pers di Hotel Grand Zuri pada Selasa kemarin. “Kalau soal hasil akhir, kami serahkan sama yang di atas. Kalau jadi pelatih lanjut atau tidak, ikut arusnya saja. Yang penting saya selalu bekerja baik, jujur, dan harus etos kerja bagus,” tegas Bima.

 

Selepas menghadapi Myanmar, timnas Indonesia yang di asuh Bima ini akan menjajal kekuatan Hong Kong pada Selasa minggu depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*