PSIS Semarang Pecat Vincenzo Alberto Annese

PSIS Semarang Pecat Vincenzo Alberto Annese

Sepakbolaindo – PSIS Semarang Pecat Vincenzo Alberto Annese. Pelatih termuda asal Italia itu telah menjadi korban ke-10 di Liga 1 2018. Keputusan tersebut disampaikan oleh CEO PSIS, Yoyok Sukawi, dalam sesi konferensi pers di Mes PSIS di Jalan Semeru Dalam I Gajahmungkur, Semarang, Kamis kemarin.

 

Yoyok menjelaskan bahwa keputusan tersebut tak lepas dari evaluasi yang dilakukan oleh manajemen klub bersama direksi PT Mahesa Jenar. “Kami memutuskan melakukan pergantian atau penyegaran pelatih kepala yang tadinya dipegang oleh Vincenzo Annese,” kata Yoyok kepada wartawan.

 

“Kami ucapkan terima kasih kepada Annese yang telah berjuang bersama kami selama hampir lima bulan dalam 20 pertandingan. Dari manajemen, kami merasa sudah cukup memberikan kesempatan, tetapi kenyataannya posisi PSIS belum beranjak dari zona degradasi,” lanjut Yoyok.

 

PSIS saat ini berada di peringkat ke-17 alias hanya satu anak tangga dari posisi juru kunci, yang dihuni PSMS Medan. Jandia Eka Putra cs hanya meraih 20 poin dari lima kemenangan dan lima kali imbang. Semua kemenangan yang didapat di Liga 1 2018 di raih di kandang.

 

Pergantian ini sekaligus membuat Annese, yang merupakan pelatih termuda di Liga 1 2018, menjadi korban ke-10 di kompetisi kasta teratas Indonesia musim ini. Berikut daftar pelatih yang diputus kontraknya di Liga 1 2018:

 

  1. Iwan Setiawan (Borneo FC)
  2. Joko Susilo (Arema FC)
  3. Rudy Eka Priyambara (PS TIRA)
  4. Milomir Seslija (Madura United)
  5. Peter Butler (Persipura)
  6. Djadjang Nurdjaman (PSMS)
  7. Rafael Berges (Mitra Kukar)
  8. Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC)
  9. Angel Alfredo Vera (Persebaya)
  10. Vincenzo Alberto Annese (PSIS)

 

Yoyok melanjutkan, “Hari ini juga kami perkenalkan pelatih baru PSIS Semarang, Jafri Sastra. Sore hari nanti, Jafri juga sudah langsung memimpin latihan perdana PSIS selepas libur”. Manajemen berharap penunjukan Jafri bisa memberikan angin segar bagi perjalanan PSIS di sisa kompetisi.

 

Hanya, Yoyok juga menyebut tugas yang diemban Jafri tidaklah mudah. “Jafri punya tantangan berat untuk membantu PSIS lolos dari degradasi. Dari 14 pertandingan sisa musim ini, hanya enam yang berlangsung di kandang sendiri,” ucapnya.

 

Jafri, yang pekan lalu baru diberhentikan oleh kontestan Liga 2, Persis Solo, sadar dengan tantangan hebat yang menanti di depannya. “PSIS Semarang saat ini mengalami masalah yang harus kami hadapi bersama. Tentu tidak ada yang berharap PSIS berada di jalur seperti sekarang,” tutur Jafri.

 

“Ada 14 pertandingan yang harus dihadapi. Kami akan berusaha bekerja keras semaksimal mungkin agar PSIS tampil seperti yang diinginkan dan meraih kemenangan hingga terhindar dari degradasi,” ucap pelatih berusia 53 tahun tersebut.

 

Selain memperkenalkan Jafri, PSIS juga merekrut Budi Kurnia sebagai pelatih fisik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*