Kemenangan Persebaya Dinodai Dengan Kericuhan dan Pembakaran Flare

Kemenangan Persebaya Dinodai Dengan Kericuhan dan Pembakaran Flare

Sepakbolaindo – Kemenangan Persebaya Dinodai Dengan Kericuhan dan Pembakaran Flare. Pada laga pamungkas Pertandingan Persebaya kontra Madura United pada babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2018 harus ternoda karena perbuatan dari pendukung setia Bajol Ijo julukan dari Persebaya. Sebab laga itu diwarnai kericuhan dan pembakaran flare.

 

Kericuhan itu sendiri terjadi pada Tribun dibagian selatan, sebelum wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama dimulai. Tidak lama kemudian disusul dengan terjadinya pembakaran flare yang dilakukan oknum yang tak bertanggung jawab, yang terjadi di tribun utara saat laga sedang berlangsung. Aksi ini juga dimulai dari ulah para pendukung setia Bajol Ijo yakni Bonek mania yang tidak memiliki tiket masuk, melakukan keributan dan serta menyerang sesama pendukung Bajol Ijo yang memiliki tiket masuk yang saat itu tengah antre didepan Gate 15 untuk masuk kedalam pertandingan.

 

Atas lemparan yang diterima itu, kedua suporter yang menamakan dirinya Bonek Mania ini akhirnya saling balas dengan saling lempar. Mendapati peristiwa itu, petugas Dalmas yang sudah bersiaga disekitar BGT bergerak cepat dengan menembakkan gas air mata. Dan menurut dari Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya yakni Kompol Lily Dja’far yang menyatakan, bahwa penembakan gas air mata itu juga untuk bisa melerai suporter yang melakukan tindakan anarkis.

 

Dalam Insiden itu juga, Polisi akhirnya mengamankan tiga oknum Bonek yang tidak bertiket yang telah melakukan tindakan keributan. Hingga saat ini ketiga dari pendukung ini masih menjalani permeriksaan di Polsek Pakal Surabaya, yakni CB (16), asal Karangpilang Surabaya, Rosid (28) warga Jl Wonosari Surabaya, dan Riski M (18), asal Semampir Surabaya.

 

“Atas perintah Pak Kapolrestabes (Kombes Pol Rudi Setiawan), massa yang tidak bertiket didorong keluar area Stadion Gelora Bung Tomo. Ada tiga suporter yang diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pakal,” sebut Kasubbag Humas Polretabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Minggu (28/1/2018) malam.

 

Atas insiden itu, ketua dari Panpel Grup C Piala Presiden 2018, Wisnu Sakti Buana mengatakan, insiden itu akan menjadi pembelajaran. Sebab pihaknya masih kecolongan terutama terkait bisa masuknya flare ke stadion.

 

“Ini akan menjadi pembelajaran bagi kami untuk bisa melakukan evaluasi sebab masih banyak sekali kekurangan khususnya atas insiden pembakaran flare. Namun alhamdulillah kami berhasil mengatasi masalah itu,”ungkap Wisnu

 

Wisnu yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya ini juga menyatakan, mereka kedepan nya akan lebih cermati bagaimana barang terlarang tersebut bisa masuk kedalam stadion, padahal pengamanan dan pemeriksaan yang sudah ketat.

 

“Mungkin kami akan lebih cermati lagi bagaimana flare itu masuk padahal sebenar nya kami telah berhasil sterilkan, pagi tadi juga telah disweeping. Itu artinya akan menjadi evaluasi bagi kami, bagaimana falre itu bisa masuk. Apakah mungkin dititipkan penjual kita tidak tahu, tapi akan jadi bahan evaluasi untuk panpel ke depan.” tegasnya.

 

Selain itu juga, untuk kedepan nya pihak panitia akan melakukan penambahan hingga 3000 petugas. Darimana sebelum nya hanya melibatkan 2000 petugas saja, hal ini juga demi menjaga keamanan tersebut selama pertandingan itu berlangsung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*