Persebaya Keberatan Laga Tunda Kontra PSBI Digelar di Yogyakarta

Persebaya Keberatan Laga Tunda Kontra PSBI Digelar di Yogyakarta

Sepakbolaindo – Persebaya Keberatan Laga Tunda Kontra PSBI Digelar di Yogyakarta Persebaya Surabaya merasa keberatan laga tunda kontra PSBI Blitar digelar di Lapangan Akademi Angkatan Laut, Yogyakarta. Sebab sejak awal manajemen Bajul Ijo memang merasa dirugikan dengan penundaan tersebut.
“Kalau merasa dirugikan sih iya, karena kita sebenarnya kita ngomong masalah waktu dan fitnya pemain,” ungkap Manajer Tim Persebaya, Choirul Basalamah.

 

Menurut Choirul, Persebaya sebenarnya sudah mempersiapkan tim dari jauh-jauh hari. Sebab setelah lebaran jadwal pertandingan yang akan dijalani oleh Rendi Irwan dan kolega cukup mepet dan tiap empat hari sekali harus bertanding.

 

“Tapi sekali lagi, kita berusaha menjadi tim yang patuh, karena ini sebenarnya sudah diatur sama PSSI. Sebagai regulatornya kan PSSI, jadi kita coba mengikuti,” imbuhnya.

 

Sebelum ada keputusan pelaksanaan di Yogyakarta, Persebaya juga sudah mengirim surat keberatan soal pertandingan tunda tersebut terutama agar PT. Liga Indonesia memberi deadline kepada PSBI Blitar selaku tuan rumah.

 

“Karena kita juga yang push, harus ada deadline. Kemarin munculah deadline sampai tanggal 15, itu juga dari kita yang mengirim surat. Kita yang jelas sudah mengirimkan surat keberatan kita mengenai keputusan itu.” jelasnya saat ditemui di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (20/6/2017).

 

Menurutnya, hal tersebut jelas merugikan Persebaya karena harus menjalani pertandingan empat kali beruntun dengan jarak yang cukup dekat.

 

“Kita tanding tanggal 6 kemudian tanggal 11, dilanjutkan tanggal 15 dan tanggal 20. Kita main hampir per 4 hari sekali,” imbuh pria berkacamata ini.

 

Laga yang digelar pada tanggal 11 Juli mendatang tersebut rencananya akan digelar di Lapangan Akademi Angkatan Udara Yogyakarta. Selain digelar di Yogyakarta, pertandingan juga digelar tanpa suporter. Pihaknya pun berusaha memahami kesiapan dari PT. Liga Indonesia Baru yang harus menjadi panpel dadakan dalam laga tersebut.

 

Laga tersebut merupakan laga di bawah kendali PT Liga Indonesia Baru selaku operator liga usai pihak PSBI Blitar gagal mendapatkan tempat pertandingan setelah deadline yang diberikan oleh operator liga pada tanggal 15 Juni lalu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*