www.sepakbola-indonesia.com : Semua tentang Sepak Bola Indonesia

Skuad timnas Indonesia di putaran final Piala Asia 2007.
(Sumber foto: www.pssi-football.com)
Siapa Pemain Pertama yang Dua Kali Juara Piala Kemerdekaan?
Hanya Ismed Sofyan yang Tersisa
Dalam sejarahnya, belum ada seorang pemain pun yang bermain di babak final/grandfinal dapat meraih gelar juara Piala Kemerdekaan sebanyak dua kali. Hal itu wajar karena dalam dua kali penyelenggaraan terakhir mengalami jeda waktu yang cukup lama. Akibatnya, penampilan pemain di Piala Kemerdekaan sulit terulang.
Namun, ada seorang pemain yang berkesempatan untuk menjadi pemain pertama yang mampu meraih dua kali juara Piala Kemerdekaan. Siapa Dia? Ismed Sofyan!
Pada Piala Kemerdekaan VIII/2000, Ismed Sofyan merupakan salah seorang dari beberapa pemain yang masih diragukan kualitasnya. Maklum, pada masa ini, Dia dan beberapa pemain lainnya masih "hijau" di timnas. Setelah melakoninya, Ismed Sofyan ternyata sukses membawa timnas Indonesia menjadi juara Piala Kemerdekaan VIII/2000.
Tahun ini, Ismed Sofyan pun mendapat berkah. Sehari menjelang bertanding melawan Selandia Baru, Ismed Sofyan dipanggil masuk timnas untuk menggantikan Richardo Salampessy. Kini, Ismed Sofyan pun berkesempatan untuk menjadi pemain pertama yang membawa timnya juara Piala Kemerdekaan sebanyak dua kali.

 
 
 
Indonesia A vs Indonesia B 1-0

Timnas Indonesia A berhasil lolos ke babak final Piala Kemerdekaan IX/2008 setelah di babak semifinal mengalahkan timnas Indonesia B 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (Rabu, 27 Agustus 2008). Gol tunggal kemenangan Indonesia A diciptakan Ponaryo Astaman pada menit 21.
Formasi pemain timnas Indonesia A ketika melawan Kamboja yaitu: 23-Markus Harison (penjaga gawang), 14-Ismed Sofyan, 6-Charis Yulianto, 2-M. Roby, 22-Isnan Ali/8-Ellie Aiboy (88), 17-M. Ilham, 15-Firman Utina/3-Erol Iba (83), 11-Ponaryo Astaman, 19-Arif Suyono, 13-Budi Sudarsono, dan 20-Bambang Pamungkas/10-Rudi Widodo (64).
Pelatih: Benny Dollo; Kapten tim: Charis Yulianto




Kamis, 21 Agustus 2008: Persiwa vs Persita 4-2.
Selain di situs web www.sepakbola-indonesia.com [--yang hanya menyajikan data-- yang berbasis pada media konvensional (old media): media cetak (plus online)], Anda pun dapat memperoleh informasi (berita-berita aktual) Liga Super Indonesia, antara lain di beberapa situs web berikut ini.

Divisi Utama Liga Indonesia 2008-2009.
Rabu, 27 Agustus 2008: PSSB vs Mitra Kukar 1-0, PSDS vs Persisam Putra 1-0, PSIR vs Gresik United 1-0, dan Persiku vs Persibo 1-1.


*
..........
Penghargaan untuk Pemain Sepak bola Indonesia
Terserah, Anda mau memulainya dari mana. Namun, rangkaian peristiwa berikut ini merupakan tahap-tahap perjalanan Galatama. Inilah latar belakang apa (sebelumnya) melakukan apa (sesudahnya) sehingga tersusun suatu sebab-akibat.
Indonesia di Arena Internasional
Indonesia di Piala Raja (King's Cup) Thailand
Indonesia di Pra Piala Dunia 1986
Dalam salah satu versi daftar juara Perserikatan (1931-1994) terdapat Persipura (Jayapura) yang menjadi juara. Ada yang menulis 1979 dan ada pula yang menulis 1980. Ketika menurut versi lainnya, Persipura "dihilangkan", sebagian pihak masih tetap merasa yakin bahwa Persipura pernah menjuarainya. Itulah "perang" daya ingat versus fakta-data.
Lalu, apa sesungguhnya yang terjadi? Pada 1980, PSSI menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antarklub Amatir Perserikatan. Pesertanya adalah perwakilan (biasanya juara kompetisi intern) Perserikatan yang bersangkutan.
Dalam Kejurnas Antarklub Amatir Perserikatan I/1980, Mandala (anggota Persipura) berhasil menjadi juara setelah di babak final mengalahkan Beringin Putra (Ujungpandang) 4-0 melalui gol Hengky Heipon (menit 5-penalti), Mettu Duaramuri (8), Leo Kapissa (12), dan Panus Korwa (56). Dan..., Kita pun mengenal nama-nama pemain tersebut merupakan nama-nama pemain Persipura.
Sepanjang sejarahnya, Mandala (Jayapura) berhasil meraih tiga kali juara dan sekali runner-up. Bahkan tiga gelar juara tersebut menjadi rekor dalam perjalanan Antarklub Amatir Perserikatan (1980-1995).

I/1980: Mandala vs Beringin Putra (Ujungpandang) 4-0
II/1981: Mandala vs Bintang Utara (Medan) 2-0
III/1984: Mandala vs Gajayana (Malang) 2-0
IV/1986: Bina Taruna (Jakarta Timur) vs Mandala 2-1
Galatama XIII/1993-1994: Edisi Terakhir
(4 November 1993 s.d. 8 Juli 1994)
Wilayah Barat
Wilayah Timur
Babak "4 Besar"
1.
Medan Jaya
32
18
10
4
37-17
46
1.
PKT
28
12
11
5
32-19
35
1.
Gelora Dewata
3
1
2
0
2-1
4
2.
Pelita Jaya
32
17
10
5
49-23
44
2.
Gelora Dewata
28
11
11
6
29-21
33
2.
Pelita Jaya
3
2
0
1
2-1
4
3.
Semen Padang
32
16
9
7
50-23
41
3.
Assyabaab
28
10
12
6
30-24
32
3.
PKT
3
0
2
1
3-4
2
4.
Arseto
32
15
6
11
41-35
36
4.
Mitra Surabaya
28
7
13
8
35-36
27
4.
Medan Jaya
3
0
2
1
2-3
2
5.
Mataram Putra
32
11
10
11
23-31
32
5.
Barito Putra
28
8
11
9
26-35
27
6.
BPD Jawa Tengah
32
9
10
13
34-41
28
6.
Arema
28
5
17
6
19-23
27
7.
Aceh Putra
32
6
14
11
27-33
26
7.
Petrokimia Putra
28
6
12
10
26-31
24
8.
Bandung Raya
32
5
12
15
23-34
22
8.
Putra Samarinda
28
5
9
14
26-34
19
9.
Warna Agung
32
4
5
23
19-66
13
Waktu
Tempat
Pertandingan
Hasil
Sabtu, 2 Juli 1994
Stadion Mandala Krida (Yogyakarta)
Medan Jaya vs Gelora Dewata
0-0
Sabtu, 2 Juli 1994
Stadion Mandala Krida (Yogyakarta)
PKT vs Pelita Jaya
0-1
Senin, 4 Juli 1994
Stadion Mandala Krida (Yogyakarta)
Pelita Jaya vs Medan Jaya
1-0
Senin, 4 Juli 1994
Stadion Mandala Krida (Yogyakarta)
Gelora Dewata vs PKT
1-1
Rabu, 6 Juli 1994
Stadion Sriwedari (Solo)
Pelita Jaya vs Gelora Dewata
0-1
Rabu, 6 Juli 1994
Stadion Sriwedari (Solo)
Medan Jaya vs PKT
2-2
Grandfinal:
Jumat, 8 Juli 1994: Stadion Sriwedari (Solo): Pelita Jaya vs Gelora Dewata 1-0 (Buyung Ismu 51)
Arseto
Arseto (Solo) tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sebagai juara Piala Liga edisi perdana (1985) yang digelar pada 13 April s.d. 7 Mei 1985. Dalam babak final yang berlangsung di Stadion Sriwedari Solo (07/05/1985), klub pindahan dari Jakarta itu berhasil menumbangkan Mercu Buana (Medan) 3-0 melalui hattrick Dedy M. Darda (menit 31, 71, dan 73). Formasi Arseto ketika final melawan Mercu Buana yaitu Asmawi Jambak (penjaga gawang), Tonggo Tambunan, Cinca Ali, Louis Mohidin, Hartono Ruslan, Yunus Muchtar, Mahdi Haris/Zein Ashar Harahap, Eduard Tjong, Sugiarto, Dedy M. Darda, dan Sukisno.

Persib
Persib (Bandung) tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sebagai juara kompetisi divisi utama Perserikatan edisi terakhir (1993-1994). Dalam babak final yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (17/04/1994), Persib mengalahkan PSM 2-0 melalui gol Yudi Guntara (menit 26) dan Sutiono Lamso (71). Formasi Persib ketika final melawan PSM yaitu Aries Rinaldi (penjaga gawang), Dede Iskandar/Hendra Komara, Nandang Kurnaedi, Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Kekey Zakaria, Asep Kustiana/Mulyana, Sutiono Lamso, Yusuf Bachtiar, dan Yudi Guntara.
Persija
Persija (Jakarta Pusat) tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sebagai juara kompetisi divisi utama Perserikatan edisi perdana (1978-1979) yang digelar pada 15 November 1978 s.d. 13 Januari 1979. Dalam pertandingan terakhir yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (13/01/1979), Persija mengalahkan PSMS 1-0 melalui gol Andi Lala (menit 64). Formasi Persija ketika melawan PSMS (13/01/1979) yaitu Endang Tirtana (penjaga gawang), Simson Rumahpasal, Johanes Auri, Marselu Tambayong, Oyong Liza, Sofyan Hadi, Dede Sulaiman, Wahyu Hidayat, John Lesnusa/Taufik Saleh, Anjas Asmara, dan Andi Lala/Rully Neere.
Persebaya
Persebaya (Surabaya) tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sebagai juara kompetisi Perserikatan edisi terakhir (1978) ketika pembagian divisi belum diselenggarakan PSSI. Pada masa ini, semua peserta, termasuk juara bertahan, harus bertanding dari bawah: dari kampung ke kampung. Mereka berjuang untuk memperoleh tiket ke kompetisi tingkat nasional. Dalam babak final yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (28/01/1978), Persebaya mengalahkan Persija 4-3. Empat gol kemenangan Persebaya dicetak Hadi Ismanto (menit 20 dan 54), Rudy William Keltjes (63), dan Joko Malis 69), sedangkan tiga gol Persija dicetak Taufik Saleh (menit 5 dan 28) dan Andi Lala (78). Formasi Persebaya ketika final melawan Persija yaitu Suharsoyo (penjaga gawang), Yudi Suryata, Rusdi Bahalwan, Wayan Diana, Suyanto, Rudy William Keltjes/Sapuan, Waskito, Johny Fahamsyah, Joko Malis, Hadi Ismanto, dan Abdul Kadir.

Galatama I/1979-1980: Edisi Perdana
(17 Maret 1979 s.d. 6 Mei 1980)
No.
Klub
Main
Menang
Seri
Kalah
Nilai
1.
Warna Agung (Jakarta)
25
17
4
4
38
2.
Jayakarta (Jakarta)
25
14
9
2
37
3.
Indonesia Muda (Jakarta)
25
15
6
4
36
4.
NIAC Mitra (Surabaya)
25
13
8
4
34
5.
Pardedetex (Medan)
25
10
8
7
28
6.
Jaka Utama (Tanjungkarang)
25
10
5
10
25
7.
Perkesa '78 (Bogor)
25
10
4
11
24
8.
Arseto (Jakarta)
25
7
10
8
24
9.
Tunas Inti (Jakarta)
25
7
7
11
21
10.
Sari Bumi Raya (Bandung)
25
7
7
11
21
11.
Cahaya Kita (Jakarta)
25
8
5
12
21
12.
Tidar Sakti (Magelang)
25
4
5
11
13
13.
Buana Putra (Jakarta)
25
3
6
16
12
14.
BBSA Tama (Jakarta)
13
2
0
11
4
*) BBSA Tama mengundurkan diri setelah putaran I berakhir.


Hak cipta dilindungi undang-undang.